Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:16:10【Resep Pembaca】076 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(83)
Artikel Terkait
- Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2
- Ini kronologi lengkap temuan
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- Ini kronologi lengkap temuan
- Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji
Resep Populer
Rekomendasi

UI gelar sarasehan nasional bahas lingkungan dan kesehatan

Kesempatan edukasi bahan makanan dengan MBG Sekolah Luar Biasa Batam

Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak

SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG

Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda

Ini kronologi lengkap temuan

Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis

KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat